Jadikan mereka masa lalu dan kitalah masa depannya (Hilarius Kiswara)


1297829084699285522

Sepekan ini, Kompas cetak menginformasikan rendahnya minat baca masyarakat. Kita harus mengakui bahwa tingkat baca masyarakat masih didominasi oleh masyarakat perkotaan, sedangkan masyarakat pedesaan masih tertinggal. Jika membandingkan kepadatan, 70% masyarakat Indonesia tinggal di pedesaan.

Berdasarkan kondisi itu, aku mempunyai lima tips untuk meningkatkan minat baca keluarga. Tips ini sudah kupraktikkan. Hasilnya luar biasa, istri dan anak rajin membaca. Kelima tips ini adalah menyediakan bahan bacaan murah, menyediakan budget buku, menyediakan buku hobi, menyediakan waktu khusus baca, dan berkunjung ke perpustakaan.

12978114721470667369

Menyediakan Bacaan Murah

Tiga bulan ini, aku berlangganan Koran Kompas cetak. Sebulan, aku membayar Rp 90.000. Itu berarti bahwa aku hanya menyediakan biaya Rp 17.500/ bulan/ orang. Mengapa? Karena keluargaku terdiri atas 5 orang. Jadi, keluarga sebaiknya menyediakan bacaan murah. Silakan ditentukan jenis bacaannya. Yang penting, bahan bacaan itu bermutu.

Menyediakan Budget Buku

Buku harus menjadi kebutuhan primer. Jadi, kita harus menyediakan anggaran khusus juga. Uang keluarga jangan hanya digunakan untuk membeli sandang, pangan, papan, mobil, HP dan lain-lain. Buku itu penting dan sangat perlu. Pikiran kita harus dihidupkan. Cara menghidupkannya ya dengan membaca buku. Jadi, kita pun harus menyediakan anggarannya. Tidak perlu terlalu banyak. Sangat kebetulan, kami suka membaca buku, terlebih anak-anakku.

Menyediakan Buku Hobi

Ini adalah resep utamaku untuk membangkitkan minat baca keluarga. Aku mengajak istri-anak ke took buku. Lalu, aku mengizinkan mereka untuk membeli buku yang mereka inginkan. Tentu saja istri-anak itu berebutan mencari buku kesukaannya. Tak berapa lama, mereka sudah kembali dengan membawa buku baru. Maka, aku menjadi tahu jenis buku yang menjadi kegemarannya. Itu adalah akalku.

1297811742636457718

Menyediakan Waktu Khusus Baca

Membaca bersama itu menyenangkan. Kita menunjukkan keharmonisan keluarga. Itu member contoh yang baik kepada anak. Maka, aku pun menyediakan waktu baca bersama. Kami berkumpul sekitar jam 16.00 – 17.30 di ruang keluarga. Lalu, kami membaca Koran bersama-sama. Ternyata, anakku terkecil yang baru berumur 1 tahun 3 bulan sudah tertarik dengan buku dan Koran. Itu adalah situasi yang teramat membahagiakan dan membanggakan.

Berkunjung ke Perpustakaan

Ini adalah strategiku yang paling disenangi anak-anakku. Sesekali aku mengajak mereka untuk berkunjung ke perpustakaan sekolah dan penerbit. Di perpustakaan sekolah dan penerbitku, aku membebaskan anak-anakku untuk membaca buku. Tentu saja anak-anakku senang sekali. Mereka begitu gembira. Mengapa? Karena bukunya banyak sekali. Mereka bias memilih sesukanya. Dan itu juga teramat membahagiakan dan membanggakan kami sekeluarga.

Jadi, menurutku,, membangkitkan dan meningkatkan minat baca dapat dimulai dari keluarga. Jika keluarga sudah gemar membaca, insya Allah, itu akan memberi contoh yang baik. Buku adalah gudang ilmu dan membaca adalah kuncinya. Mungkin Anda punya kiat khusus? Silakan ditambahkan di sini. Aku akan berterima kasih jika Anda berkenan.

Selamat pagi dan selamat beraktivitas. Semoga tulisan ini bermanfaat. Amin. Terima kasih.

Sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2011/02/16/tips-meningkatkan-minat-baca/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s