Jadikan mereka masa lalu dan kitalah masa depannya (Hilarius Kiswara)


 

mengajar2Pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang akan ditempuh oleh seorang guru dan peserta didik dalam mencapai suatu tujuan intruksional untuk suatu satuan instruksional. Pendekatan pembelajaran merupakan aktivitas guru dalam memilih kegiatan pembelajaran. Pendekatan pembelajaran ini sebagai penjelas untuk mempermudah bagi guru memberikan pembelajaran dan juga mempermudah bagi peserta didik untuk memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Pendekatan pembelajaran tidak harus berpatokan
pada satu pendekatan tertentu saja, akan tetapi pendekatan disesuaikan dengan kebutuhan materi ajar yang dituangkan dalam suatu perencanaan pembelajaran. Adapun pendekatan pembelajaran yang sudah umum digunakan oleh para guru antara lain adalah sebagai berikut:

 

1. Pendekatan Konsep dan Pendekatan Proses

 

a. Pendekatan Konsep

 

Pendekatan konsep adalah suatu  pendekatan pengajaran yang secara langsung menyajikan konsep tanpa memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menghayati bagaimana konsep itu diperoleh.

 

b. Pendekatan Proses

 

Pendekatan proses adalah suatu pendekatan pengajaran memberi kesempatan kepada peserta didik untuk ikut menghayati proses penemuan atau penyusunan suatu konsep sebagai suatu keterampilan proses.

 

2. Pendekatan Deduktif dan Pendekatan Induktif

 

a. Pendekatan Deduktif

 

Pendekatan deduktif adalah proses penalaran yang bermula dari keadaan khusus sebagai pendekatan pengajaran yang bermula dengan menyajikan aturan, prinsip umum itu kedalam keadaan khusus.

 

b. Pendekatan Induktif

 

Pendekatan induktif dikemukakan oleh filosof Inggris Prancis Bacon (1561) yang menghendaki agar penarikan kesimpulan didasarkan atas fakta-fakta yang konkrit sebanyak mungkin. Berpikir induktif adalah suatu proses dalam berpikir yang berlangsung dari khusus menuju ke yang umum.

 

3. Pendekatan Ekspositori dan Pendekatan Heuristik

 

a. Pendekatan Ekspositori

 

Menurut pendekatan ini bahwa guru mengontrol atau menentukan suatu penyebaran suatu ilmu pengetahuan didalam kelas peserta didik dipandang sebagai objek yang menerima apa yang diberikan oleh guru. Dalam pendekatan ini menunjukan bahwa guru berperan lebih aktif, lebih banyak melakukan aktivitas dibandingkan peserta didik.

 

b. Pendekatan Heuristik

 

Pendekatan heuristik adalah pendekatan pengajaran yang menyajikan sejumlah data dan peserta didik diminta untuk membuat kesimpulan menggunakan data tersebut, implementasinya dalam pengajaran menggunakan metode penemuan dan inkuiri.

 

4. Pendekatan Kecerdasan

 

Pendekatan kecerdasan merupakan suatu pendekatan dimana seorang guru harus mengetahui tingkat kecerdasan peserta didik agar dapat membantu peserta didik jika mengalami kesulitan dalam belajar.

 

5. Pendekatan Kontekstual

 

a. Konstruktivisme (Constructivism)

 

Konstruktivisme merupakan landasan berpikir (filosofi) pendekatan kontekstual, yaitu pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas (sempit) dan tidak dengan cara tiba-tiba.

 

b. Bertanya (Questioning)

 

Bertanya merupakan strategi utama pembelajaran yang berbasis kontekstual, karena suatu pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang selalu bermula dari bertanya.

 

c. Menemukan (Inquiry)

 

Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta didik diharapkan bukan hanya hasil mengingat seperangkat fakta-fakta, akan tetapi juga hasil dari menemukan sendiri.

 

d. Masyarakat Belajar (Learning Community)

 

Konsep masyarakat belajar menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain. Hasil belajar diperoleh dari kerjasama antar kelompok, dan antara yang sudah tahu ke yang belum tahu.

 

e. Pemodelan (Modeling)

 

Dalam sebuah pembelajaran keterampilan tertentu ada model yang bisa ditiru. Model seperti itu akan memberi peluang yang sangat besar bagi guru untuk memberi contoh cara mengerjakan sesuatu, dengan begitu guru memberikan model tentang bagaimana cara belajar.

 

f. Refleksi (Reflection)

 

Refleksi adalah cara berpikir tentang apa yang baru dipelajari atau berpikir ke belakang tentang apa-apa yang sudah kita lakukan dalam hal belajar di masa yang lalu. Refleksi merupakan respons terhadap kejadian, aktivitas, atau pengetahuan yang baru diterima.

 

g. Penilaian Sebenarnya (Authentic Assessment)

 

Assessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar peserta didik.

 

sumber : http://dedi26.blogspot.com/2012/06/pendekatan-belajar-dan-pembelajaran.html

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s