Jadikan mereka masa lalu dan kitalah masa depannya (Hilarius Kiswara)


imagesKembali lagi kita belajar bahasa pemrograman walaupun sudah sedikit jadul tapi masih asyik buat di coba, tapi sebelumnya silahkan download turbo pascal 1.5 disini ya…

Untuk kali ini kita akan masih mempelajari bahasa pemrograman Pascal. Kalau sebelumnya kita sudah mempelajari dasar-dasar pascal dan penggunaan operator aritmatika, untuk kali ini kita akan menggunakan fungsi penyeleksian atau Pemilihan dengan menggunakan pernyataan IF. Dalam penggunaan pernyataan IF nanti akan di bagi menjadi tiga bagian yaitu IF TUNGGAL, IF BERGANDA, dan IF BERSARANG. Untuk menggunakan pernyataan IF kita harus tahu dahulu kondisi yang ingin kita tentukan. Untuk menentukan kondisi-nya ini, kita sebelumnya sudah harus mempelajari operator pembanding di dalam pemrograman Pascal.

Taukah anda apa saja yang termasuk operator pembanding? Kalo yang belum tau akan dibahas dalam postingan kali ini. Untuk macam-macam operator pembanding kurang lebih ada 6 macem, yaitu:

  • Sama dengan ( = )
  • Lebih besar ( > )
  • Lebih kecil ( < )
  • Lebih besar sama dengan ( >= )
  • Lebih Kecil sama dengan (
  • Tidak sama dengan ( != )

untuk penjelasan masing-masing pengertian operator diatas tidak perlu kita jelaskan lagi, karena tanda atau simbol tersebut sudah kita dapatkan waktu di Sekolah Dasar (SD) dalam pelajaran matematika. Bukan Begitu? Untuk pengimplementasian tanda/simbol tersebut kita akan coba dalam contoh penggunaan pernyataan IF berikut ini.

IF TUNGGAL, pernyataan ini biasanya digunakan untuk pemilihan/penyeleksian yang pilihannya hanya satu saja, atau sering disebut dengan pemilihan tunggal
Bentuk penulisannya:

1. if (kondisi) then

2. Pernyataan/Statement

contoh:

program jenis_kelamin;

uses wincrt;

var

jk:char;

begin

clrscr;

write(‘Masukkan kode jenis kelamin: ‘);readln(jk);

if jk=’p’ then

write(‘Anda seorang PRIA’);

readln;

end.

gambar.4

Penjelasan Program:
Pada program diatas menentukan jenis kelamin, tetapi jenis kelamin yang di tentukan pilihannya hanya satu saja. Pada kondisinya kita menggunakan operator pembanding yaitu sama dengan ( = ). Jadi ketika kita akan menginputkan kode p maka akan muncul output berupa tulisan “Anda seorang PRIA”, sedangkan jika kita menginputkan kode selain huruf p maka tidak akan muncul outputan. NB: jika kondisi menggunakan huruf maka menggunakan tanda petik satu (‘ ‘), sedangkan jika kondisi menggunakan bilangan tidak menggunakan tanda petik satu.

IF GANDA/BERGANDA, digunakan untuk pemilihan/penyeleksian yang mana pilihannya hanya ada dua. misalnya, jika nilai lebih besar dari 70 maka outputan akan tampil LULUS sedangkan jika nilainya lebih kecil dari 70 maka outputan akan tampil TIDAK LULUS. untuk kasus diatas pilihannya cuman ada dua, antara LULUS dan TIDAK LULUS.
Bentuk penulisannya:

1. if (kondisi) then
2.  Pernyataan/Statement 1
3. else
4.   pernyataan/statement 2

Contoh pertama:

program menentukan_kelulusan;
uses wincrt;
var
nilai:integer;

begin
clrscr;
write('Masukkan Nilai yang anda tentukan: ');readln(nilai);
if nilai > 70 then
   write('Selamat anda LULUS')
else
   write('Silahkan Belajar Lagi, Anda TIDAK LULUS');
readln;
end.
gambar.5

Penjelasan Program:

Program diatas digunakan untuk menentukan Kelulusan dari nilai yang kita inputkan. Pada kondisi diatas kita menggunakan operator pembanding lebih besar, yang mana jika nilai yang diinputkan lebih besar dari 70 maka akan muncul outputan “Selamat anda LULUS”, jika nilai sebaliknya maka akan muncul outputan tulisan “Silahkan Belajar Lagi, Anda TIDAK LULUS”. NB: untuk statement diatas else titik koma di tiadakan/hilangkan.

 

IF BERSARANG, pernyataan ini digunakan untuk pemilihan/penyeleksian yang pilihannya lebih dari dua pilihan. Misalnya, kita akan menentukan canel/siaran tv dari kode yang ingin kita inputkan. Jika kode a yang kita inputkan maka outputnya SCTV, jika kode b yang diinput maka outputannya RCTI, jika kode c yang dinputkan maka outputannya TRANSTV, dan seterusnya. Disini memiliki lebih dari dua pilihan, maka dalam kasus ini kita bisa menggunakan IF BERSARANG.
Bentuk penulisan:

1. if (kondisi) then
2.    Pernyataan/Statemen 1
3. else if (kondisi) then
4.    Pernyataan/Statemen 2
5. else if (kondisi) then
6.    Pernyataan/Statemen 3
7. else
8.    Pernyataan/Statemen 4

Contoh:

program canel_tv;
user crt;

var
canel:char;

begin
clrscr;
write('Masukkan Kode Canel TV: ');readln(canel);
if canel='a' then write('SCTV')
else if canel='b' then write('RCTI')
else if canel='c' then write('TRANSTV')
else if canel='d' then write('TVONE')
else if canel='e' then write('MNCTV')
else if canel='f' then write('TVRI')
else if canel='g' then write('INDOSIAR')
else write('GLOBAL TV');
readln;
end.
gambar.6

Ok! sekian dulu tutorial penggunaan pernyataan IF-THEN-ELSE dalam pemrograman Pascal. sampai ketemu lagi dilain kesempatan ya.

 

HILARIUS KISWARA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s